Contoh Surat Teguran (SP1)

Surat teguran dalam lingkup kerja juga dikenal dengan nama surat peringatan. Surat peringatan dibuat guna memberikan peringatan terhadap seorang karyawan yang dianggap bertindak diluar komitmennya sebagai karyawan. Contoh, bersikap indisipliner, melanggar tata tertib perusahaan dan lain sebagainya.

Setiap karyawan yang terbukti melakukan tindakan menyalahi aturan, baik itu sikap indisipliner, melangar tata tertib maupun aturan-aturan perusahaan lainnya biasanya terlebih dahulu akan diperingatkan secara lisan. Dan apabila yang bersangkutan tidak kunjung memperbaiki sikap atau terus melakukan bentuk pelanggaran, maka pihak perusahaan dapat memberikan teguran dalam bentuk tertulis yang disebut dengan surat peringatan (SP).

Surat peringatan sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, ada SP 1, SP 2 dan SP 3 atau biasa disebut dengan surat peringatan terakhir. Tidak ada SP 4 karena jika SP 3 dilanggar, maka karyawan yang bermasalah akan dikeluarkan/pemutusan hubungan kerja.

Artikel berkaitan lainnya; contoh surat pengalaman kerja, contoh surat keberatan. Berikut format surat peringatan pertama


[Kop Perusahaan]
...........................................................................................

SURAT PERINGATAN PERTAMA (SP-1)
Nomor: III/SPI-PT.MC/VI/20016


Dibuat oleh perusahaan, dalam hal ini ditujukan kepada:

Nama : Deni Wahyudi
Jabatan : Operator produksi

Sehubungan dengan sikap indisipliner dan pelanggaran terhadap tata tertib perusahaan yang saudara lakukan, maka dengan ini perusahaan memberikan surat peringatan pertama dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Surat peringatan pertama berlaku untuk 1 (satu) bulan kedepan sejak diterbitkan.
  2. Apabila dalam kurun waktu 1 (satu) bulan kedepan sejak tanggal penerbitan surat peringatan pertama saudara tidak melakukan tindak pelanggaran yang menjadi dasar atas diterbitkannya surat peringatan pertama ini, maka surat peringatan pertama saudara dinyatakan sudah tidak berlaku.
  3. Jika dalam kurun waktu 1 (satu) bulan kedepan sejak surat peringatan pertama diterbitkan saudara didapati kembali melakukan tindakan pelanggaran, maka perusahaan akan memberikan surat peringatan ke-2 untuk saudara.
  4. Selama masa surat peringatan masih berlaku, atau belum melebihi 1 (satu) bulan setelah penerbitan saudara tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas perusahaan, berupa:


  • Kendaraan iventoris 
  • Computer/laptop


Demikian surat peringatan pertama ini dibuat agar dapat diperhatikan dan ditaati sebaik mungkin oleh yang bersangkutan.

Jakarta, 20 Juni 2016
PT. MURNI CAHYA
                                                                 Mengetahui, 



Dickey Chandra                                Yoga Pratama
Staff Administrasi                           Manager


Artikel Terkait: